Slideshow Photo VEN-Nino Band

vennino's  album on Photobucket

Cari Blog Ini

Rabu, 12 Desember 2012

Biografi | Ten 2 Five

Assalamuallaikum...
Hai VENher's semuanya tanpa terkecuali...
Terbaru nich di hari ini, kali ini kita mau membahas soal Biografi Ten 2 Five. Ini penting banget buat loe para penggemar Ten 2 Five. Tunggu apa lagi sob, langsung aja nich di baca...

Nama Ten 2 Five mereka dapat karena personelnya sepakat, tiap Sabtu jam 10 pagi sampai jam 5 sore adalah jadwal latihan ngeband. Awalnya pada tahun 1998, di Perth, Western Australia Arief dan Robin, yang saat itu kuliah, iseng untuk bermain musik. Mereka lalu mulai mencari teman tambahan dan akhirnya mengajak Poltak dan Lea, juga temannya kuliah di Perth bergabung dalam satu band. Meski awalnya mereka berasal dari aliran musik berbeda, namun mereka sepakat untuk bermain di ranah pop, dengan sedikit sentuhan jazz. Setelah pulang ke tanah air, mereka tetap bermain bersama. Namun akhirnya Lea mengundurkan diri karena sibuk bekerja. Atas saran seorang teman, mereka merekrut Imel di tahun 2001, yang saat itu masih berkuliah. Imel pun mengajak Didit bergabung. Mereka mulai berkarier secara profesional setelah menjadi pemenang band di radio Mustang Jakarta tahun 2003 dan memulai debut sebagai band profesional tahun 2004 setelah direkrut oleh Explosive record dan merilis album
yang diberi titel I Will Fly pada tanggal 16 April 2004. Tak butuh waktu lama, pada tanggal 1 September 2004, Ten 2 Five menerima Golden Award setelah berhasil menjual 75 ribu keping kaset dan 17 ribu CD.

Sukses dengan I Will Fly, Ten 2 Five mendapat kepercayaan untuk mengisi soundtrack film Me vs High Heels (2005). Tak hanya mengisi soundtrack, mereka ini juga tampil sebagai cameo dalam film remaja produksi Starvision ini.

Bermodal fasih melafalkan lirik berbahasa Inggris, Ten 2 Five berniat membidik pasar internasional dengan merilis album A Brand New Day (2006) pada 23 Februari 2006. Sayang di album tersebut mereka tak lagi di dampingi Didit, sang gitaris yang mengundurkan diri akhir 2005 karena perbedaan warna musik.

Tak menunggu lama, Ten 2 Five merilis album ketiga bertajuk 3 pada akhir September 2007. Lagu berbahasa Indonesia, "Hanya Untukmu" dipilih sebagai jagoan dan juga ditetapkan sebagai original soundtrack film Medley yang dibintangi Yossy Mokalu dan Rachel Maryam. Mereka juga menyelipkan satu lagu berbahasa Jepang, "Eien No Ai" di antara 14 lagu dalam track listnya. Lagu itu pula yang berhasil memikat NHK – radio Jepang bertandang untuk meminta wawancara.[7] Salah satu lagu dalam album ini, "Aku Ada Rahasia" juga menginspirasi Yenni Hardiwidjaya untuk menulis novel berdasarkan lagu tersebut.

Karena keinginan untuk 'go international' belum tercapai, maka Ten 2 Five beralih me're-arrange' beberapa lagu daerah. Taktik ini juga dibarengi dengan penambahan personil baru yaitu Teguh (keyboard) dan Udin (gitar). Tak lama setelah itu Poltak (drum), yang bergabung sejak 1998 itu undur diri pada July 2008 karena ketidakcocokan dengan kinerja band. 

Di akhir tahun yang sama (2008) Robin memutuskan untuk pindah ke Australia untuk mengikuti keluarga dan istrinya. Tahun 2009, Udin akhirnya mengundurkan diri dari ten2five untuk memfokuskan diri kepada band yang dia dirikan sebelum bergabung dengan ten2five.

Saat ini ten2five yang beranggotakan Arief, Imel, robin ( robin tidak pernah keluar dari ten2five ) dan teguh masih memproduksi lagu baru. Lagu terakhir yang di produksi adalah, I.M.U dan Special Day. Live Show, ten2five masih berjaya sampai saat ini, karena ten2five yang sebenarnya adalah suatu team yang kuat. Bahkan saat ini selain dibantu oleh Adi pada drum, ten2five juga dibantu oleh Didit Satrio ( mantan anggota ten2five ) dalam urusan panggung. ten2five tetap akan berkarya, dan akan selalu ada. ten2five will always spread positive energy with their music.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar