Slideshow Photo VEN-Nino Band

vennino's  album on Photobucket

Cari Blog Ini

Rabu, 01 Agustus 2012

Faktor-faktor Penyebab Bubarnya Band

Assalamuallaikum...
Hai VENher's semuanya tanpa terkecuali...

Terbaru nich di hari ini, kali ini kita mau membahas Faktor-faktor penyebab bubarnya sebuah band. Penting atau gax penting, yang penting kita bahas aja. hehehe... Tapi ini penting banget loh, buat kalian yang baru membentuk sebuah Band, dan belum pernah mengalami jatuh dan bangkitnya sebuah pengalaman dalam Band...
        Kesuksesan sebuah band seringkali ditentukan oleh faktor-faktor kebetulan seperti timing yang pas, musik yang sedang trend, wajah personelnya yang rupawan. Faktanya, anda mungkin tidak seberuntung mereka. Paradigma ”contohlah band sukses apabila anda ingin sukses” seringkali hanya melahirkan band plagiat yang mengaku ”terinspirasi” idolanya. Untuk menjadi sukses, pertama-tama sebuah band harus menjaga keutuhannya, dan hal ini tentu saja tidak mudah. Oleh sebab itu, lebih bijak apabila kita mempelajari faktor-faktor penyebab bubarnya sebuah band agar kita terhindar dari kesalahan yang sama

1. Tidak ada kesepakatan konsep musik
     Kebanyakan band bermula dari proyek iseng yang lama-lama menjadi serius, kemudian timbul konflik antar personel tentang konsep musik. Hal ini dapat dmaklumi, dengan makin beragamnya jenis musik, sulit sekali menemukan personel yang mempunyai kesamaan selera dan latar belakang musik. Mencoba memuaskan semua dengan cara memadukan unsur dari musik favorit dari setiap personel malah hanya akan menghasilkan kegagalan yang menyakitkan (coba saja anda bayangkan paduan reggae, metal, jazz, dan disco dalam satu lagu).
       Konflik ini bisa dihindari apabila ada kesepakatan dari awal tentang visi dan misi masing-masing personel. Seiring berjalannya waktu konsep musik bisa berubah, apabila itu terjadi, anda perlu membaca faktor berikutnya.

2. Konflik Kepemimpinan
    Apakah mungkin lima orang mengendalikan satu mobil? Pada kenyataannya, kesetaraan pada suatu band bisa dikatakan sebagai hal yang mustahil, biasanya ada 1 atau 2 orang yang menonjol. Karena perbedaan selera dan latar belakang di atas, tidak mungkin setiap personel puas 100% secara musikal. Harus ada seseorang yang berperan dominan dalam mengambil keputusan dan harus ada pihak yang mau berkompromi. Biasanya seorang pemimpin band adalah orang yang paling dipercaya, paling punya passion terhadap band dan seringkali, mereka adalah pencipta lagu utama dari band. Konflik ini juga yang menyulut pertengkaran antara John Lennon dan Paul McCartney yang berujung bubarnya The Beatles.
    Don Henley dari The Eagles merangkumnya dengan sangat baik, ”Sebuah band tidak bisa menjadi demokrasi, semua band terhebat dipimpin 1-2 orang”.

3. Money Honey
    Uang adalah masalah sensitif yang bisa menghancurkan sebuah band, bahkan persahabatan. Apabila anda bermain musik hanya sebagai hobi, mungkin hal ini bukanlah masalah besar. Sebaliknya, apabila band anda semakin serius hubungan antar personel band bukan lagi hanya sebagai teman, tetapi juga sebagai rekan bisnis.
   Perubahan cara pandang dari teman ke rekan bisnis ini harus disadari oleh semua band, karena semua industri, termasuk industri musik, adalah sektor formal yang sama sekali berbeda dengan pertemanan biasa. Oleh sebab itu anda harus bersikap lebih profesional soal pembagian uang dari awal. Soal pembagian keuntungan, pada awalnya kebanyakan band amatir menganut prinsip ”adil=sama rata”. Namun tentu saja peran tiap personel harus dijadikan pertimbangan dalam menentukan arti kata ”adil”.
    Sebagai pedoman, biasanya penulis lagu menerima lebih banyak dari personel lain karena faktanya, tidak semua orang bisa menulis lagu sehingga kemampuan ini layak dihargai lebih. Persentasinya sangat bervariasi, tergantung dari kesepakatan antar personel. Apabila terikat kontrak dengan suatu perusahaan, bisa dipastikan penulis lagu akan menerima royalti lebih. Bahkan pada kasus tertentu seperti Ringback tone, secara hukum, hanya penulis lagu yang akan menerima royalti.
    Untuk band-band yang baru mulai, satu hal yang sering luput dari perhatian adalah soal transportasi. Setiap manggung, band membutuhkan mobil untuk mengangkut peralatan menuju ke venue. Giliran mobil siapa yang akan digunakan dan perhitungan ongkos transport adalah 2 hal yang sering menimbulkan pertengkaran. Sebaiknya hal ini dimasukkan ke dalam daftar pertimbangan pembagian keuntungan.

4. Kehilangan Fokus
     Membutuhkan waktu yang cukup lama bagi sebuah band untuk menjadi sukses. Di dalam prosesnya, rasa jenuh dan putus asa seringkali menghinggapi tiap personel. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya target sehingga band menjadi terlalu santai dan melupakan tujuan awal mereka. Seperti sebuah perusahaan, band membutuhkan target baik jangka pendek maupun panjang, hal ini sangat penting untuk mengukur perkembangan sebuah band. Tetapkan target yang bisa dicapai dan masuk akal seperti menulis 1 lagu setiap bulan, memiliki 4 demo baru sebelum akhir tahun, dsb. Tercapainya target akan menimbulkan perasaan berhasil pada band yang mampu mengusir rasa jenuh dan putus asa.
    Dalam jangka waktu itu juga banyak hal yang terjadi seperti masuk kuliah, mulai bekerja atau perkawinan. Hal-hal ini bisa mempengaruhi skala prioritas tiap personil band. Mungkin saja setelah bekerja, personel tidak lagi menempatkan band sebagai prioritas utama, hal ini berdampak pada menurunnya semangat personel lain. Oleh sebab itu, setiap ada peristiwa seperti ini, sebaiknya skala prioritas dibicarakan kembali oleh personel yang bersangkutan. Apabila tidak berhasil menemukan kompromi, mungkin pergantian personel adalah pilihan terbaik bagi keutuhan band.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar